Senin, 28 Maret 2016

Perekonomian Indonesia - Sistem Ekonomi Indonesia



PEREKONOMIAN INDONESIA
SISTEM EKONOMI INDONESIA


Nama    : Dessy Sagita            ( 21215729 )
                Dwi Choirunisa       ( 22215037 )
                Rani Andriyani        ( 25215658 )

Kelas     : 1EB23



UNIVERSITAS GUNADARMA
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Sistem Ekonomi Indonesia ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu Nicky Handayani yang telah memberikan tugas makalah kepada kami .
      
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Sistem Ekonomi Indonesia, dan juga bagaimana memahi makna Sistem Ekonomi Indonesia. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
      
 Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.





Bekasi, Maret 2016





Penyusun


Pengertian Sistem
Sistem berasal dari kata “systÄ“ma” (dalam Bahasa Yunani) yang mengandung arti “keseluruhan dari bermacam-macam bagian “.

Sistem Ekonomi

Pengertian Sistem ekonomi adalah suatu proses penerapan yang saling behubungan dan berinteraksi yang dikembangkan oleh masyarakat dengan ciri dan identitas tersendiri.
Ada 4 sistem dalam ekonomi, berikut adalah macam-macam sistem ekonomi :
  • Sistem Ekonomi Tradisional
  • Sistem Ekonomi Sosialis/Terpusat
  • Sistem Ekonomi Bebas/Liberal
  • Sistem Ekonomi Campuran

Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ini memiliki tradisi aktivitas ekonomi yang dilakukan secara turun-temurun. Dan masyarakatnya tetap menjaga nilai budaya setempat, sehingga kegiatan perekonomiannya masih bergotong-royong dan kekeluargaan.
Adapun ciri-ciri dari sistem ekonomi tradisional antara lain adalah sebagai berikut :
  • Pembagian struktur kerja belum ada
  • Masih menggunakan tukar-menukar barang/barter
  • Sifat kekeluargaan tergolong tinggi
  • Proses produksinya tergantung pada alam,misalnya bertani, berladang, berkebun dan sebagainya
  • Alat untuk memproduksi sangat sederhana.

Sistem Ekonomi Sosialis/Terpusat

Sistem ekonomi terpusat yang disebut juga sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi yang seluruh sumber daya dan pengolahannya direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah. Sistem ekonomi terpusat memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Negara menguasai semua alat produksi
  • Produksi dilakukan untuk kebutuhan masyarakat
  • Kegiatan ekonomi direncanakan oleh negara dan diatur pemerintah secara terpusat
  • Hak milik individu tidak diakui
  • Pemerintah mengatur kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi

Sistem Ekonomi Bebas/Liberal

Sistem ekonomi liberal yaitu sistem ekonomi di mana pengelolaan ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem ekonomi ini menghendaki adanya kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi. Artinya, setiap individu diakui keberadaanya dan mereka bebas bersaing. Ciri-cirinya :
  Harga barang ditentukan oleh pasar
  Timbulnya persaingan bebas
  Adanya pengakuan terhadap hak individu
  Setiap individu bebas mengejar keuntungan
  Modal memegang peranan sangat penting.

Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang berusaha mengurangi kelemahan-kelemahan yang timbul dalam sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar. Ciri-ciri dari sistem ekonomi campuran :
  • Adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian
  • Adanya pihak swasta yang ikut berperan dalam kegiatan perekonomian
Sistem Politik
Pengertian Sistem Politik Menurut Drs. Sukarno, sistem politik adalah sekumpulan pendapat, prinsip, yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur individu atau kelompok individu satu sama lain atau dengan Negara dan hubungan Negara dengan Negara.
Kapitalisme dan Sosialisme
Sistem ekonomi kapitalis mengakui pemilikan individual atas sumber daya ekonomi atau factor
produksi. Setidak-tidaknya , terdapat keleluasaan yang sangat longgar bagi orang perorangan
dalam atau untuk memiliki sumber daya. Kompetisi antarindividu dalam memenuhi kebutuhan
hidup , persaingan anatr badan usaha dalam mengejar keuntungan sangat dihargai.
Sistem ekonomi sosialis adalah sebaliknya. sumber daya ekonomi atau factor produksi di klaim
sebagai milik negara. Sistem ini lebih menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam
menjalankan dan memajukan perekonomian. Imbalan yang diterimakan pada orang perorangan
didasarkan pada kebutuhannya. Bukan berdasarkan jasa yang dicurahkan. Prinsip “keadilan”
yang dianut oleh sistem ekonomi sosialis adalah “setiap orang menerima imbalan yang
sama”.kadar campur tangan pemerintah sangat tinggi. Justru pemerintahlah yang menentukan
dan merencanakan tiga persoalan pokok ekonomi. What (apa yang harus diproduksi), How
(bagaimana memproduksinya),For whom(untuk siapa diproduksi).
Di antara kedua ekstrem sistem ekonomi tersebut. Terdapat sebuah sistem lain yang merupakan
“campuran” antara keduanya, dengan berbagai variasi kadar dominasinya, dan juga dengan
berbagai variasi nama atau istilahnya. Sistem ekonomi campuran pada umumnya diterapkan
oleh negara-negara berkembang atau negara-negara dunia ketiga. Beberapa diantaranya cukup
konsisten meramu resep campurannya; dalam arti kadar kapitalismenya lebih tinggi (contonhya
Filipina). Atau bobot sosialismenya senantiasa lebih besar (misalnya india). Banyak pula negara
berkembang yang goyah meramu campuran kedua sistem ini. Sistem ekonomi campuran yang
diterapkannnya ibarat pendulum (bandul jam dinding); kadang-kadang condong kapitalistik,
sementara dilain waktu cenderung sosialistik, mengikuti rejim pemerintah yang sedang berkuasa.

 Perssaingan Terkendali
Ditinjau berdasarkan sistem pemilikan sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi, tidak
terdapat alasan untuk menyatakan bahwa sitem ekonomi kita adalah kapitalistik. Sama halnya,
tak pula cukup argumentasi untuk mengatakan bahwa kita menganut sistem ekonomi sosialis.
Indonesia mengakui pemilikan individual atas faktor-faktor produksi; kecuali untuk sumber
daya, sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak, dikuasai oleh negara. Hal ini,
sebagaimana diketahui bersama, diatur dengan tegas oleh pasal 33 UD 1945. Jadi, secara
konstitusional , sistem ekonomi Indonesia bukan kapitalisme dan bukan sosialisme.
Sehubungan dengan persaingan antar badan usaha, tidak terdapat rintangan bagi suatu
perusahaan untuk memasuki bidang usaha tertentu. Namun untuk menghindari persaingan tak
sehat dalam pasar barang tertentu yang sudah jenuh, pemerintah mengendalikannya dengan
membuka prioritas-prioritas bidang usaha; termasuk juga prioritas lokasi usaha. Pengendalian
dimaksud misalnya ialah dengan mengumumkan Daftar Negatif Investasi (DNI).
Untuk mengetahui sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara, maka perlu dianalisis kandungan faktor-faktor tersebut diatas.
Sistem ekonomi Indonesia (sistem persaingan terkendali);
         Bukan kapitalis dan bukan sosialis. Indoensia mengakui kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi, kecuali sumber ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara sesuai dengan UUD 45.
         Pengakuan terhadap kompetisi antar individu dalam meningkatkan taraf hidup dan antar badan usaha untuk mencari keuntungan, tapi pemerintah juga mengatur bidang pendidikan, ketenagakerjaan, persaingan, dan membuka prioritas usaha.
         Pengakuan terhadap penerimaan imbalan oleh individu  atas prestasi kerja dan badan usaha dalam mencari keuntungan. Pemerintah mengatur upah kerja minimum dan hukum perburuhan.
         Pengelolaan ekonomi tidak sepenuhnya percaya kepada pasar. Pemerintah juga bermain dalam perekonomian melalui BUMN dan BUMD serta departemen teknis untuk membantu meningkatkan kemampuan wirausahawan (UKM) dan membantu permodalan.

Kadar Kaptalisme dan Sosialisme

Unsur-unsur kapitalisme dan sosialisme jelas terkandung dalam pengorganisasian ekonomi
Indonesia. Untuk melihat seberapa tebal kadar masing-masing “isme” ini mewarnai
perekonomian, seseorang bisa melihatnya dari dua pendekatan. Pertama adalah dengan
pendekatan faktual structural, yakni menelaah peranan pemerintah atau negara dalam struktur
perekonomian. Kedua adalah pendekatan sejarah , yakni dengan menelusuri bagaimana
perekonomian bangsa diorganisasikan dari waktu ke waktu.
Untuk mengukur kadar keterlibatan pemerintah dalam perekonomian dengan pendekatan faktual
struktural, dapat digunakan kesamaan agregat Keynesian yang berumuskan :

Y = C + I + G + (X–M)

Dengan formula ini berarti produk atau pendapatan nasional dirinci menurut penggunanaan atau
sector pelakunya. Kesamaan ini merupakan rumus untuk menghitung pendapatan nasional
dengan pendekatan pengeluaran. Variable C melambangkan konsumsi masyarakat, mewakili
sektor orang perorangan atau rumah tangga.variabel I melambangkan pengeluaran investasi
perusahaan-perusahaan, mewakili sektor usaha swasta. Sektor pemerintah diwakili oleh variable
G yang melambangkan pengeluaran konsumsi pemerintah. Adapun X dan M masing-masing
melambangkan ekspor dan impor, mewakili sektor perdagangan luar negeri negara yang
bersangkutan.
Sistem ekonomi campuran dengan persaingan terkendali, agaknya merupakan sistem ekonomi
yang tepat untuk mengelola perekonomian indonesia. Walaupun demikian, akhir-akhir ini kita
dapat menyaksikan dan merasakan betapa perekonomian Indonesia semakin bersifat liberal dan
kapitalistik. Terdapat cukup bukti untuk menunjukan kadar kapitalisme yang semakin tebal.
Derasnya arus globalisasi bersamaan dengan bubarnya sejumlah negara komunis utama yang
bersistem ekonomi sosialisme, telah menggiring Indonesia terseret arus kapitalisme. Apakah
bangsa dan masyarakat kita pada akhirnya akan dapat menerima sistem ekonomi kapitalisme
yang kian menggejala sekarang ini, sejarahlah kelak yang akan menjawabnya.

















Daftar Pustaka
buku ekonomi politik , alfabeta bab 4